Alasan Bahasa Indonesia Bisa Menjadi Bahasa Dunia

Friday, December 19, 2014

Ada beberapa faktor yang membuat bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa internasional, atau setidaknya bisa ditetapkan sebagai bahasa di kawasan Asia Tenggara atau negara-negara anggota ASEAN :

1. Aturan tata bahasa Indonesia Sangat Mudah

Pertama, Bahasa Indonesia merupakan bahasa yang mudah dipelajari dibandingkan bahasa asing lain, seperti bahasa Mandarin, bahasa Jepang, dan bahasa Arab. Sebab aturan tata bahasa Indonesia tak serumit ketiga bahasa asing tersebut. Hal itu diakui Arnaud yang juga pernah mempelajari Bahasa Mandarin. Alhasil, dalam waktu 3 bulan, pria Prancis itu sudah bisa menguasai Bahasa Indonesia

 
2. Bahasa Indonesia juga tidak membedakan kata kerja terkait dengan waktu

Kedua, Bahasa Indonesia juga tidak membedakan kata kerja terkait dengan waktu atau yang lebih dikenal dalam pelajaran bahasa Inggris sebagai "Tenses". Penutur Bahasa Indonesia tak akan menyebut "aku sudah mengunjungi pameran lukisan kemarin." atau "Sudahkah kamu telah datang ke pameran lukisan itu?"

3. Cara menulis dan cara menyebutnya sama

Ketiga, kemudahan mempelajari bBahasa Indonesia juga berdasarkan faktor tulisan. Bahasa Melayu menggunakan tulisan latin seperti Bahasa Inggris.
Sedangkan bahasa Mandarin, Bahasa Jepang, dan Bahasa Arab memiliki cara penulisan masing-masing. Bahasa Mandarin menerapkan aksara Hanzi, Bahasa Jepang mengaplikasikan Kanji dan Katakana, dan Bahasa Arab menerapkan huruf Hijaiyah.

4. Bahasa Indonesia sudah tersebar di beberapa kawasan Asia Tenggara

Ke-empat, bahasa Melayu sudah tersebar luas di kawasan Asia Tenggara sejak dulu kala. Selain di Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Indonesia, bahasa ini juga dipakai penutur di Thailand Selatan dan sebagian Sri Lanka. Juga ada di kawasan Papua.

Dengan kata lain, bahasa Indonesia sudah memiliki modal menjadi sebuah bahasa yang resmi digunakan dalam kancah internasional. Bahasa persatuan dari Sabang sampai Merauke ini bisa saja menjadi bahasa internasional ketujuh setelah bahasa Inggris, bahasa Mandarin, bahasa Arab, bahasa Spanyol, bahasa Rusia, dan bahasa Prancis. Pemerintah sendiri sebelumnya sudah melakukan upaya untuk mewujudkan mimpi tersebut.

wacana menjadikan bahasa Indonesia/Melayu sebagai bahasa internasional pertama kali muncul dalam Sidang ke-41 Majelis Bahasa Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia (Mabbim) dan Sidang ke-7 Majelis Sastra Asia Tenggara (Master) di Makassar, 13 Maret 2002. Seminar menghasilkan sejumlah rumusan, di antaranya usulan agar bahasa Indonesia/Melayu digunakan sebagai bahasa resmi ASEAN dan AFTA (Area Perdagangan Bebas ASEAN).


5. Sudah mulai dipelajari di beberapa Negara

Kelima, Bahasa Melayu-Indonesia kini dipelajari di universitas di delapan negara Eropa dan dua negara Amerika Utara. Juga masuk kurikulum di beberapa perguruan tinggi di Beijing Tiongkok, Bangkok, Kazakhstan, Osaka (Jepang), Auckland (Selandia Baru), Busan (Korea Selatan), Tasmania (Australia), dan Cebu (Filipina).

Upaya menjadikan bahasa Indonesia go international bukan sekadar wacana. Tapi sudah menjadi cita-cita pemerintah Indonesia. Hal itu termaktub dalam UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan. Pada Pasal 44 Ayat 1 UU No. 24/2009 disebutkan pemerintah meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional secara bertahap, sistematis, dan berkelanjutan. Ayat kedua berbunyi peningkatan fungsi bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional sebagaimana dimaksud pada Ayat 1 dikoordinasi oleh lembaga kebahasaan.

Ada juga komunitas sarjana internasional yang mengkhususkan diri untuk mempelajari bahasa Melayu. Mereka tersebar di sejumlah negara, yakni di Italia, Tanzania, Estonia, Israel, India, Ceko, Swiss, Belanda, Rusia, Irlandia, Jerman, Taiwan, Finlandia, Thailand, dan Prancis. Pun ratusan sarjana di Asia Tenggara. 



Comments
2 Comments

2 comments:

Ade Fachreza said...

wah,,, makin bangga jadi warga indonesia.... hhe...

Unknown said...

semoga aja Indonesia beneran bisa jadi bahasa Internasional..
kalo gini jadi tambah bangga dgn Indonesia

Post a Comment